Tulisan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi ketika pertama kalinya melakukan pembuatan stand pameran.  Tahapan-tahapan yang harus  diperhatikan dalam membuat stand pameran agar mendapatkan hasil yang memuaskan adalah:

1. Konsep Desain

Konsep desain adalah hal yang sangat mendasar sebelum melangkah ke pembuatan stand pameran,  konsep desain sebagai panduan kita dalam membuat disain yang baik sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan. 

Didalam konsep desain sendiri berisikan tentang pokok- pokok permasalahan yang ada sehingga menghasilkan kesimpulan dalam bentuk desain yang baik.

Desain yang baik disini artinya desain tersebut telah menjawab semua keinginan yang kita kumpulkan sebelumnya.

Pembuatan disain stand pameran bisanya menggunakan software 3d yang banyak kita kenal saat ini contohnya 3D max, Archicad, CAD, Google Sketchup dan lain sebagainya.

Pada saat ini software yang sering dipakai oleh para desainer untuk membuat desain stand pameran adalah Google Sketchup. Kelebihannya adalah disamping mudah didapatkan hasilnya pun sangat  memuaskan dengan waktu rendering yang cepat tanpa menunggu lama. 

Menjalankan program google sketchup sebenarnya tidak terlalu sulit, tutorialnya banyak dilihat di Youtube. Seandainya tidak juga bisa menjalankan program tersebut karena masalah tidak ada waktu untuk belajar dan ingin lebih cepat mendapatkan hasilnya, Anda bisa menggunakan tenaga freelance atau tenaga lepas.

Tenaga lepas banyak kita dapatkan, bisa kita dicari di mesin google, biasanya seorang tenaga freelance akan mematok harga borongan untuk setiap hasil kerjanya.

Waktu Pengerjaan

Waktu pengerjaan di sini sangatlah penting dalam proses Membuat Stand Pameran karena menyangkut tahapan kapan pekerjaan itu harus selesai. Biasanya kami lakukan dengan hitung mundur dari acara atau waktu pemasangan yang ditentukan, kita bisa gunakan time scedule.

 

Tempat Pengerjaan (workshop)

Kita harus mempunyai tempat untuk bekerja atau workshop, workshop tersebut idealnya sangat diperlukan didalam membuat Stand Pameran. Ukuran workshop harus cukup luasnya, disamping untuk kemudahan bekerja bagi para pekerja, juga akan membantu untuk membagi area pekerjaan yang sedang dikerjakan. Dikarenakan pekerjaan tersebut banyak melibatkan tenaga kerja, kami sarankan untuk mencari lokasi yang jauh dari keramaian. Terutama tetangga kiri kanan akan complain atau protes apabila kita bekerja pada malam hari, karena suaranya sangat mengganggu istirahat mereka. Apalagi pada saat kita mendekati deadline atau pada saat proses bongkar muat barang yang akan kita muat di truck.  

Tenaga Produksi

Tenaga produksi disini yang kami maksud meliputi tukang kayu, tukang cat & tukang listrik yang tentunya berpengalaman dalam mengerjakan pekerjaan pameran. Kami sarankan jangan cari tukang kayu yang belum mempunyai pengalaman sama sekali, karena tidak semua tukang kayu bisa melakukan pekerjaan ini. Tukang kayu ada dua pilihan untuk mengerjakan pekerjaan ini, pertama tenaga borongan yang artinya dia hanya dibayar tenaganya saja. Kedua borongan semuanya yang artinya disamping tenaga dia juga sekalian memborong bahannya, disini kami biasa mengerjakannya dengan system borongan tenaga saja.

Proses Produksi

 

Selama proses produksi kita harus lebih banyak waktu untuk meng-kontrol, supaya menghindari kesalahan. Untuk Proses produksi kita bagi menjadi:

Pra-produksi, adalah dimana kita mempersiapkan semua kebutuhan yang akan di pergunakan selama produksi nantinya. Bahan dasar yang sering dipakai adalah multiplek dengan berbagai ukuran ketebalan, dll. Ajaklah tukang kayu untuk berdiskusi karena dia yang lebih tahu tentang kebutuhan bahan yang akan dipergunakan.

  • Produksi, adalah dimana proses produksi sedang berlangsung. Kita tidak perlu kuatir untuk schedule pekerjaan karena biasanya tukang kayu yang sangat berpengalaman mempunyai time management sendiri, untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Loading & Pemasangan

Loading adalah proses pemindahan barang dari truck/ pickup di loading dock kedalam gedung, hotel atau tempat berlangsungnya acara. Untuk loading & pemasangan (setup) biasanya dari masing2 manajemen tempat acara berlangsung mempunyai peraturan yang berbeda-beda. Kita harus selalu mengikuti standarisasi peraturan yang telah ditetapkan oleh mereka. Baik itu menyangkut keselamatan kerja tenaga kerja maupun ketertiban selama proses pemasangan, kami berikan contoh:

  • Memberikan lapisan sebagai alas lantai lokasi dengan karpet atau sejenisnya (plastik cor, digital print bekas, bisanya kami menggunakan karpet buana bekas), hal tersebut menghindari kerusakan atau kerusakan pada lantai yang ada. Pihak gedung atau hotel akan memberikan denda apabila kita lalai dalam bekerja,  tentunya biayanya sangat mahal dan merugikan kita semua.